Kerajaan Balingkang di Bangli





Pura yang letaknya jauh dari perkotaan ini dulunya adalah sebuah kerajaan di Bali yang sangat terkenal, Kerajaan ini terkenal karena pertama kalinya seorang putra dari Bali bernama Sri Haji Jayapangus menikahi seorang wanita dari China yang beragama Budha, Sri Haji Jayapangus adalah seorang Raja yang bertahta di Gunung Panarajon ia memiliki seorang permaisuri bernama Sri Parameswari Induja Ketana tetapi ia jatuh hati dengan dayang istana milik penasihatnya ( Mpu Siwa Gandhu ) yang bernama Kang Cing We putri dari I Subandar. Mendengar pernikahanya dengan Kang Cing We, Mpu Siwa Gandhu penasihat Raja menentang keras pernikahan Jayapangus dengan Kang Cing We yang berbeda agama . Tetapi Raja Jayapangus tetap menikahi Kang Cing We dengan upacara karena rasa cintanya yang luar biasa pada gadis China tersebut. Mendengar putrinya akan dinikahi Raja Jayapangus ibu Kang Cing Wepun membekali putrinya dengan 2 keping uang kepeng ( uang bolong ). Mpu Siwa Gandhu yang mendengar pernikahan merekapun sangat marah beliau pergi bertapa meminta badai selama satu bulan 7 hari untuk mengahancurkan istana Jayapangus di Panerajon.

Ketika upacara pernikahan berlangsung banyak bencana yang terjadi seperti hujan deras, dan badai sesuai dengan doa Mpu Siwa Gandhu banyak rakyat yang mati akibat bencana itu dan juga istana Panerajon hancur berkeping keeping. Tetapi Jayapangus tetap menikahi putri yang ia cintainya itu. Setelah pernikahan tersebut Jayapanguspun dan orang orang setianya pergi mengungsi ke sebuah hutan di desa Jong Les disana mereka membangun sebuah pusat kerajaan yang bernama Dalem Balingkang .Bali melambangakan seorang putra Bali dan Kang yang diambil dari nama putri China yang juga istri dari Jayapangus Kang Cing We sedangkan Dalem yang melambangkan tempat istana itu berada. Setelah mendirikan Kerajaan itu Jayapangus dan Permaisurinya hidup dengan bahagia hingga kerjaan tersebut sangat terkenal ke seluruh Bali dan sangat berpengaruh di Bali.

Pada akhirnya kerajaan itu hancur akibat bencana alam gunung meletus ( Gunung Batur ). Dan kerajaan itu kembali dibangun dan diperbaiki oleh Ida Dewa Agung Mayun Sudha seorang raja yang memerintah di kerajaan Pejeng dengan dibantu orang orang di desa Pinggan karena adanya bisikan dari Ida Bethara Beliau tinggal di sana untuk waktu yang cukup lama dan ketika ia mengetahui tanah di Balingkang tidak subur iapun pindah ke tempat lain dan menetap disana tetapi ia tetap datang ke Pura Balingkang untuk menyembah Ida Betara disana bersama seluruh keturunannya dan menyerahkan Pura Dalem Balingkang kepada penduduk desa Pinggan agar dirawat dan diupacari selayaknya. Jika anda ingin ketempat bersejarah ini anda akan melihat bekas bekas kerjaan Jayapangus dan juga anda akan melihat sebuah kuil di dalam pura ini yang mana kuil itu dipersembahkan untuk memuja Putri Kang Cing We yang berasal dari China.

Comments

Silahkan tambahkan komentar Anda